Minggu, 18 September 2011

No Title

Terkadang kita baru menyadari bahwa sesuatu itu berharga untuk kita saat kita kehilangannya. Dan penyesalan selalu datang belakangan. Saat kita terpaut beberapa mil dari seseorang, saat jarak memisahkan, kita baru menyadari bahwa keberadaannya di sisi kita sangat kita butuhkan. Kebersamaan kita sangat berharga, tak dapat di gantikan oleh apapun.
Menjaga lebih baik dari pada mengobati, berhati-hati dan menjaga baik-baik apa yang kita miliki adalah hal yang bisa lakukan, karena kita tidak pernah tahu berapa banyak waktu dan kesempatan yang kita punya untuk terus bersamanya.

Dan tentang sebuah penundaan, saat ini aku tak ingin berakrab-akrab denganmu. Jika bisa di segerakan lalu mengapa harus ditunda-tunda lagi. Aku akan mengerjakan apa yang bisa aku kerjakan sekarang,karena aku tak ingin menyesal, dan karena aku juga tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi di menit berikutnya. Dan karena aku tidak pernah tahu apa aku masih diberikan kesempatan untuk melakukan hal yang aku tunda.


GOD, Please save us, from the hope i want to put off

Sabtu, 17 September 2011

Rasa

Terjaga aku dari lamunan, pagi ini aku diam.... berpikir tapi entah apa yang sebenarnya sedang aku pikirkan.
Hening di sekitar, hanya kicauan burung yang sesekali terdengar. Alunan musik yang biasanya menemaniku memulai aktivitas pagi sengaja aku matikan, Aku ingin hening sejenak, menemukan waktu yang berlalu, membiarkan jemariku menari indah sejala dengan apa yang ada dipikiranku.

Hari ini Minggu, 18 September '11... seorang aku telah berjalan mengarungi masa selama  dari 19 tahun 8 bulan 12 hari 8 jam 37 menit. Menit demi menit telah terlewati semenjak aku pertama membuka mata. Banyak hal telah terjadi, ada tawa dan tangis yang menemani,  ada banyak orang yang datang dan pergi.

Aku termenung, bertanya kepada diriku sendiri, mencoba mencari - cari jawaban, selama ini
Apa yang telah aku lakukan? Apakah aku telah tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada Orang tua? Apakah aku telah tumbuh menjadi seorang kakak yang bisa menjadi teladan untuk adiknya? Apakah aku telah membuat seseorang bahagia karena kehadiranku? Apakah segala perintah dan laranganNya telah taat aku jalankan? Dan apakah aku telah menjadi seseorang yang dewasa dan bertanggung jawab atas diriku sendiri?
Masih banyak apa dan apa dalam pikiranku, berjuta pertanyaan muncul satu persatu di otakku.
Aku menghela nafas, berharap sesak ini sedikit berkurang atau malah hilang. Aku coba ambil nafas dalam - dalam, dan kembali menghembuskannya. Sejenak ketenangan mulai kurasakan namun kemudian aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, tidak banyak yang bisa aku lakukan, mungkin hanya bisa membuat air mata orang lain menetes. Pernahkan sekali saja aku menghadirkan kebahagiaan utnuk orang lain? jika pernah, berapa lama kabahagiaan itu bisa bertahan. Aku merasa menjadi orang yang berbeda. berbeda dalam artian yang tidak biasa, entah aku sendiri sulit untuk mendefinisikannya.

Aku ingin semua ini berubah, aku ingin jadi lebih baik, aku ingin tenang dan damai dalam menjalani hidup ini, dan aku ingi membahagiakan orang-orang yang menyayangiku. Aku ingin menjadi alasan mereka untuk selalu tersenyum. Dan aku tahu semua itu perlu tekad dan usaha keras. Semoga diri ini tetap kuat, tetap yakin dan tidak menyerah.

GOD... 4 give me and always save me




Rabu, 07 September 2011

7911

10.00 WIB
Seharusnya aku tidak duduk disini pagi ini begitu juga dengan dia yang tengah berjibaku dengan segala pekerjaannya. Seharusnya kami tengah bersama. Karna hari ini hari yang spesial. Lihat saja 7-9-2011... Sebuah impian yang ingin kami wujudkan di hari ini.
Karena jika Robb berkehendak harapan kami terwujud hari ini, maka saat ini kami berada di sebuah tempat yang meneduhkan, tempat hamba-hambaNya bersujud kepadaNya di saksikan keluarga kami. Rona kebahagiaan terpancar dalam raut wajah kami. Karna saat janji telah terucap, kami telah mengukuhkan cinta kami dalam ikatan suci. 

Namun rupanya Robb memang belum mengizinkan, sehingga semua harapan kami belum bisa terwujud hari ini, mungkin Robb juga masih mempunyai rencana lain untuk kami, agar kami bisa lebih mempersiapkan diri, lebih berbenah diri dari segala kekurangan kami, Dan karena ada sesuatu yang harus kami perjuangkan. Sebuah Restu.