Minggu, 18 Desember 2011

Percayalah - Last Child -

ujian hidup yang selalu menerpamu
yang berjuang untuk hidup yang hanya sementara
rasa perih nya hujan di hatimu
yang diberikan oleh rasa yang hanya sementara

kita hidup di dunia yang penuh tanda tanya
yang tak mungkin kau ubah dan terpaksa mengikutinya
kita berada di antara benar atau salah
yang tak mungkin dapat kau ukur dengan rasa

berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu
dia kan menjawabnya
percayalah, dia kan menunjukkan kasihnya padamu
melalui jalannya, percayalah

wahai kamu yang tak seperti mereka
yang terlihat cerah menjalani hidupnya
pandangan hidup yang selalu lihat ke atas saja
jadi pemicu keinginan yang tiada habisnya

bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu
dia kan menguatkannya
memohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu
melalui caranya, percayalah

berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu
dia kan menjawabnya
percayalah, dia kan menunjukkan kasihnya padamu
melalui jalannya, percayalah

bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu
dia kan menguatkannya
bemohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu
melalui caranya, percayalah

Aku Takut

Aku beranjak tidur, mengistirahatkan sejenak pikiran dan tubuhku. Mengharapkan hilang segala penat dan lelah. Sebelum benar-benar terlelap, doaku malam ini semoga esok aku bisa bangun awal, ada kewajiban yang belum aku tunaikan. Tidak seperti biasanya aku tak bisa tidur dengan nyenyak, ada saja yang membuatku terjaga, udara yang kurang bersahabat, dan mimpi yang membuatku tak habis pikir. Bagaimana bisa aku bermimpi itu lagi setelah hampir 1 tahun berlalu. Melihat ular dan kemudian mengusirnya. Orang bilang mimpi bertemu ular berarti ada seseorang yang mendekati kita. Antara percaya dan tidak, percaya karena dulu pernah mengalamin hal serupa dan kebetulan menjadi kenyataan. Rasa tidak percaya karena mimpi hanyalah bunga tidur. Lalu apa arti dari semua ini. Entahlah, hanya Dia yang tahu. Aku juga tidak mau terlalu memikirkanya, yang jelas aku selalu berdo'a yang terbaik dan selalu dalam lindunganNya.


Namun, terlepas dari mimpi itu atau tidak, saat menatap matamu aku merasa takut, kembali mencemaskan sesuatu. Aku tidak tahu apa itu, tapi aku merasa sesuatu akan membuat kita kembali jauh. Aku berharap ini hanya kecemasanku semata. Aku sangat tahu keadaan kita saat ini. Aku juga melihat kecemasan dimatamu, karena itu engkau memohon entah untuk kesekian kalinya agar aku tetap bersamamu. Dan aku hanya mengangguk dan tersenyum. Menutupi rasa sesak dalam hatiku.

Mohon Tuhan untuk kali ini saja beri aku kekuatan untuk tetap bertahan. Aku ingin yang terbaik untuk semua.