Januari hampir lewat.... tak ada resolusi yang aku tulis disini, mungkin hanya ada dalam pikiran yang tak kunjung segera dikeluarkan melalui tulisan. Cukup disimpan dalam benak saja.
Baik, awal tahun ini bisa jadi moment yang luar biasa rasanya, mengecewakan dan dikecewakan. Mengecewakan seseorang dan melupakan janji. Kebodohan karena tidak tegas dalam menentukan prioritas. Siapapun dalam posisinya pasti akan marah, tak terkecuali jika aku berada diposisinya. Dia sudah terbiasa dengan sikapku. Dia hanya menginginkan penjelasan. Aku harap aku tidak mengulangi kesalahan yang sama berulang-ulang. Akhirnya tangis dalam lelap menutup awal tahun kemarin. Hari-hari yang dingin, begitu menyesakkan, tapi syukur, disusul 5 hari berikutnya semua sedikit membaik, bukan karena kekecewaan yang terjadi menemukan penawarnya, namun hanya sedikit teralihkan dengan hari bahagiaku.
Baik, awal tahun ini bisa jadi moment yang luar biasa rasanya, mengecewakan dan dikecewakan. Mengecewakan seseorang dan melupakan janji. Kebodohan karena tidak tegas dalam menentukan prioritas. Siapapun dalam posisinya pasti akan marah, tak terkecuali jika aku berada diposisinya. Dia sudah terbiasa dengan sikapku. Dia hanya menginginkan penjelasan. Aku harap aku tidak mengulangi kesalahan yang sama berulang-ulang. Akhirnya tangis dalam lelap menutup awal tahun kemarin. Hari-hari yang dingin, begitu menyesakkan, tapi syukur, disusul 5 hari berikutnya semua sedikit membaik, bukan karena kekecewaan yang terjadi menemukan penawarnya, namun hanya sedikit teralihkan dengan hari bahagiaku.
5 Januari 2012, genap 20 tahun aku berpijak di dunia ini. Memasuki usia matang yang menuntut diri untuk berpikir dewasa dan matang. " Tua itu pasti tapi dewasa adalah pilihan ". Yang jelas di umur ke-20 ini tidak ada pilihan lain selain menjadi dewasa. Menjadi wanita yang berkepribadian baik, mandiri, dan lebih menghargai diri sendiri.
Ada kejutan dihari itu, ucapan darinya tentu ucapan yang pertama masuk di handphoneku. Ada rasa bahagia dan seperti biasanya, do'a demi do'a bermunculan setelahnya, mulai dari teman-teman terdekat, Te Cizka, Risa, Cinta, Mb Now, Nilna, dan teman-teman lain. Baik by message maupun by facebook. Lebih dari cukup bagiku, karena masih mengingatku walau dimanapun dan bagaimanapun mereka. Bingkisan kecil datang dimalam sebelum ulang tahunku. Tanpa nama tapi aku tahu pasti siapa pengirimnya. Seorang sahabat lama. Ah Sobat, terima kasih masih mengigatku, sibuk dengan dunia masing-masing membuat kita tidak dapat bertemu, sekedar bersapa dan melepaskan rindu. Bagaimana keadaanmu disana sekarang, ku harap kamu bahagia dengan keluarga mungilmu. Maafkan sahabatmu ini yang belum bisa menjenguk malaik kecil yang terlahir dari rahimmu. Ingin rasanya menimang kepunakanku, pasti lcantik dan periang seperti kamu. Semoga kelak ia menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan menjadi kebangga untukmu.
Beautiful Prize... A nice watch. Tak ada ucapan seperti tahun kemarin, hanya pesan singkat yang ia kirimkan tentang sebuah waktu. Tiap detik yang telah kami lewati, kami berusaha untuk selalu mewujudkan harapan-harapan kami.
Di Januari ini aku juga melakukan perjalanan bersama ibu, untuk yang pertama kalinya. Perjalanan cukup melelahkan demi bertemu adik tersayang, lelah, namun terbayarkan dengan melihat senyum kepuasan dan kebahagiaan dari adik dan Ibuku. Banyak hal baru yang aku ketahui. Perjalanan yang memberikan pengalaman tersendiri. Aku ingin mengulanginya di lain waktu dan jika boleh berharap bersama dia dalam 1 keluarga kami. I hope someday sooner. Amin.
Dan Januari ini adalah puncak kegalauanku. Aku tak ingin seperti ini namun aku juga tak bisa membohongi diri bahwa aku merasa tertekan, dengan keadaanku, dengan orang-orang sekitarku dan tentang dia. Mungkin aku terlalu lelah dengan keseharianku, merasa sedikit jenuh mengulang-ulang hal yang sama tanpa ada sedikit waktu untuk merefresh diri. Ingin rasanya berteriak, aku ingin merasakan ketenangan namun tak tahu cara pasti untuk mulai melakukanya. Aku ingin sedikit bisa bernapas bebas, lepas tanpa beban, semua membuatka berada di titik bawah kehidupanku. Aku mencoba bangkit, bangkit, bangkit,
Ada kejutan dihari itu, ucapan darinya tentu ucapan yang pertama masuk di handphoneku. Ada rasa bahagia dan seperti biasanya, do'a demi do'a bermunculan setelahnya, mulai dari teman-teman terdekat, Te Cizka, Risa, Cinta, Mb Now, Nilna, dan teman-teman lain. Baik by message maupun by facebook. Lebih dari cukup bagiku, karena masih mengingatku walau dimanapun dan bagaimanapun mereka. Bingkisan kecil datang dimalam sebelum ulang tahunku. Tanpa nama tapi aku tahu pasti siapa pengirimnya. Seorang sahabat lama. Ah Sobat, terima kasih masih mengigatku, sibuk dengan dunia masing-masing membuat kita tidak dapat bertemu, sekedar bersapa dan melepaskan rindu. Bagaimana keadaanmu disana sekarang, ku harap kamu bahagia dengan keluarga mungilmu. Maafkan sahabatmu ini yang belum bisa menjenguk malaik kecil yang terlahir dari rahimmu. Ingin rasanya menimang kepunakanku, pasti lcantik dan periang seperti kamu. Semoga kelak ia menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan menjadi kebangga untukmu.
Beautiful Prize... A nice watch. Tak ada ucapan seperti tahun kemarin, hanya pesan singkat yang ia kirimkan tentang sebuah waktu. Tiap detik yang telah kami lewati, kami berusaha untuk selalu mewujudkan harapan-harapan kami.
Di Januari ini aku juga melakukan perjalanan bersama ibu, untuk yang pertama kalinya. Perjalanan cukup melelahkan demi bertemu adik tersayang, lelah, namun terbayarkan dengan melihat senyum kepuasan dan kebahagiaan dari adik dan Ibuku. Banyak hal baru yang aku ketahui. Perjalanan yang memberikan pengalaman tersendiri. Aku ingin mengulanginya di lain waktu dan jika boleh berharap bersama dia dalam 1 keluarga kami. I hope someday sooner. Amin.
Dan Januari ini adalah puncak kegalauanku. Aku tak ingin seperti ini namun aku juga tak bisa membohongi diri bahwa aku merasa tertekan, dengan keadaanku, dengan orang-orang sekitarku dan tentang dia. Mungkin aku terlalu lelah dengan keseharianku, merasa sedikit jenuh mengulang-ulang hal yang sama tanpa ada sedikit waktu untuk merefresh diri. Ingin rasanya berteriak, aku ingin merasakan ketenangan namun tak tahu cara pasti untuk mulai melakukanya. Aku ingin sedikit bisa bernapas bebas, lepas tanpa beban, semua membuatka berada di titik bawah kehidupanku. Aku mencoba bangkit, bangkit, bangkit,
Aku merasa bayang-bayang masa lalu kembali hadir, memutar memory di otak dan membuka kembali luka itu, luka yang telah susah payah aku tutupi. Kesalahan yang telah aku perbuat membuatku sulit untuk berdamai dan memafkan diriku sendiri. Saat-saat seperti itu aku ingin berterus terang dan mengatakan semua yang ada dipikiranku, Jujur terhadap apa yang sebenarnya terjadi tanpa harus ditutup-tutupi. Meminta maaf atas semua salahku. Aku akan menerima segala konsekuensinya, tapi aku merasa akan lebih legas dan bebanku sedikit berkurang.
Januari banyak hal yang terjadi namun aku bersyukur atas semuanya. Tanpa Januari aku tak akan lahir karena aku ada di bulan Januari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar