Malam ini tanah masih basah, sisa hujan tadi sore. Udara tak terlalu dingin tapi cukup menyejukkan. Bukan malam yang bertabur bintang memang, tapi masih ada beberapa yang bisa kami lihat.
Aku dan dia ada di beranda, ia memilih duduk melantai dan aku ikut duduk disampingnya. Untuk sepersekian menit hening, sibuk dengan pikiran masing-masing sambil memandangi langit.
Dari sekian waktuku bersamanya, malam ini terasa lebih indah. Aku menyukainya. Dulu aku pernah berharap melewati malam seperti ini. Dan sekarang terwujud. Satu persatu keinginanku terwujud. Thank's GOD.
Aku tersadar, saat tiba-tiba ia memulai pembicaraan
" Apa aku orang yang aneh menurutmu ? Tanyanya.
" Apa? Aneh? Enggak, mungkin untuk individual tak ada yang aneh, kamu enggak aneh. " Jawabku.
" Individual ? ", katanya tak paham.
" Kamu enggak aneh, tapi Aku merasa terkadang KITA aneh ". Jelasku
" Ada apa dengan KITA, Aneh kenapa ? " tanyanya lagi.
" Aneh aja, mungkin karena komunikasi diantara kita yang belum berjalan baik, gak seperti pasangan pada umumnya, tapi aku sadar bukankah tiap orang punya cara sendiri-sendiri dalam menjalin hubungan, dan menunjukkan rasa sayangnya. Mungkin keanehan itulah yang membuat kita bersama ". Aku tersenyum.
" Hemmmmm..... ", Ia hanya tersenyum sekilas.
" Kenapa bertanya seperti itu ? ", aku ganti bertanya.
" Karena kamu terlihat canggung "
" Benarkah ? Aku gak pernah merasa seperti itu, yang jelas kamu gak aneh. "
" Ma......" Ia memanggilku, raut wajahnya berubah serius, pasti ada sesuatu
" Iya......". Aku memperhatikannya.
Ia bercerita banyak hal, tentangnya, tentang kami. Aku mendengarkannya dengan seksama. Aku belum pernah merasa sedekat ini dengannya. Seperti yang selalu aku katakan tentang adanya belahan jiwa. Aku merasakannya, adanya ketertarikan dan kesamaan perasaan, dimana satu sama lain saling melengkapi, saling mengisi. Belahan Jiwa.
Aku berharap akan lebih banyak melewati malam-malam seperti ini bersamanya. Meskipun hanya sekedar menyapa bintang. Ataupun jika bintang tak muncul saat malam tiba. Aku tetap ingin melihat bintang lewat sinar matanya. Karena aku melihat bintang dalam matanya.
GOD
Save Us,
Aamiin
Aku dan dia ada di beranda, ia memilih duduk melantai dan aku ikut duduk disampingnya. Untuk sepersekian menit hening, sibuk dengan pikiran masing-masing sambil memandangi langit.
Dari sekian waktuku bersamanya, malam ini terasa lebih indah. Aku menyukainya. Dulu aku pernah berharap melewati malam seperti ini. Dan sekarang terwujud. Satu persatu keinginanku terwujud. Thank's GOD.
Aku tersadar, saat tiba-tiba ia memulai pembicaraan
" Apa aku orang yang aneh menurutmu ? Tanyanya.
" Apa? Aneh? Enggak, mungkin untuk individual tak ada yang aneh, kamu enggak aneh. " Jawabku.
" Individual ? ", katanya tak paham.
" Kamu enggak aneh, tapi Aku merasa terkadang KITA aneh ". Jelasku
" Ada apa dengan KITA, Aneh kenapa ? " tanyanya lagi.
" Aneh aja, mungkin karena komunikasi diantara kita yang belum berjalan baik, gak seperti pasangan pada umumnya, tapi aku sadar bukankah tiap orang punya cara sendiri-sendiri dalam menjalin hubungan, dan menunjukkan rasa sayangnya. Mungkin keanehan itulah yang membuat kita bersama ". Aku tersenyum.
" Hemmmmm..... ", Ia hanya tersenyum sekilas.
" Kenapa bertanya seperti itu ? ", aku ganti bertanya.
" Karena kamu terlihat canggung "
" Benarkah ? Aku gak pernah merasa seperti itu, yang jelas kamu gak aneh. "
" Ma......" Ia memanggilku, raut wajahnya berubah serius, pasti ada sesuatu
" Iya......". Aku memperhatikannya.
Ia bercerita banyak hal, tentangnya, tentang kami. Aku mendengarkannya dengan seksama. Aku belum pernah merasa sedekat ini dengannya. Seperti yang selalu aku katakan tentang adanya belahan jiwa. Aku merasakannya, adanya ketertarikan dan kesamaan perasaan, dimana satu sama lain saling melengkapi, saling mengisi. Belahan Jiwa.
Aku berharap akan lebih banyak melewati malam-malam seperti ini bersamanya. Meskipun hanya sekedar menyapa bintang. Ataupun jika bintang tak muncul saat malam tiba. Aku tetap ingin melihat bintang lewat sinar matanya. Karena aku melihat bintang dalam matanya.
GOD
Save Us,
Aamiin
keren,,,, saya suka,,,,
BalasHapusteruslah berkarya,,