Jumat, 13 Juli 2012

Belajar Dari Sekitar

Belajar nggak mesti melulu soal sekolah kan ? dimanapun bisa belajar dan dari siapapun. Tuhan selalu punya cara sendiri untuk mengingatkan hambaNya dan sepertinya itu yang aku rasakan. Beberapa hari ini seperti ada saja kejadian yang bisa aku ambil hikmah.

Pertama, kemarin waktu iseng ngobrol-ngbrol sama Si Bos ke-II ... hehehe, Bosku ada dua soalnya, masih family juga sih, nggak sengaja waktu tanya soal pendidikan terus bisnis lanjut cerita tentang anak-anaknya.  Bosku punya 3 orang anak cowok semua, semua anaknya tergolong  sukses, menjadi pegawai dan mempunyai usaha. Nah anak ke-2 ini juga jadi Bosku ( Bos Pertama ), orangnya baik deh. Sebenernya keluarga Si Bos termasuk baik-baik sih, mungkin itu juga alasan kenapa aku malas enggan pindah kerja. Lanjut sama anak yang ke-3, sukses juga orangnya cuma dari ketiga saudaranya belia ini yang memilih jadi wirausahawan Lagi serius-seriusnya eh tiba-tiba Si Bos nyeletuk " Sebenere bisa bekerja sambil berwirausaha, nanti partneran sama istri, biar istri ngelola usaha dirumah, cuma yang emang istrinya malas  ". Jleb ... waduh rasanya langsung mengena sekali, soalnya aku nyerempet-nyrempet banyak   dikit . Kepala kaya dipukul pake godam .... sungguh sangat hiperbolis y ?
Ini yang langsung aku ingat baik-baik, bahwa siapapun kurang atau bahkan tidak suka dengan seorang pemalas, terlebih lagi seperti hubungan antara mertua dan menantu, aduh jadi tambah takut. Kalau didepan orangnya mungkin aja masih bisa senyum-senyum tapi dihati siapa yang tahu. Makanya mulai sekarang ingin banget buang jauh-jauh tuh sifat yang gak bikin maju.


Yang kedua nih ya, kemarin waktu Blogwalking nemu blog yang menurutku bermanfaat banget buat nambah-nambah pengetahuan tentang parenting. Jangan kaget ya kalau diusiaku yang masih imut-imut ini aku demen banget sama semua artikel yang ngebahas tentang parenting, hubungan sama keluarga juga pasangan. Banyak banget sih yang aku baca tapi yang paling aku ingat itu tentang pola didik. Bagaimana cara kita dibesarkan oleh kedua orang tua kita. Kedekatan antara Ayah dan Ibu, Jujur saja selama ini aku lebih dekat dengan Ibu, namun jalan pemikiranku hampir sama dengan Ayah. Baru akhir-akhir ini aku dekat kembali dengan ibuku, jadi merasa nyaman cerita apapun. Alasannya sederhana saja ternyata, aku kurang terbuka kepada Ibuku waktu itu, semua hal yang terjadi padaku aku pendam sendiri, aku takut jika Ibu marah karena pada suatu kesempatan aku pernah bercerita kepada beliau namun akhirnya kami belum bisa mendapatkan kata sepakat.
Terkadang kita tidak menemukan titik tengah dari perbedaan pendapat antara kami. Aku memilih diam, dan diam. Namun akhirnya aku sadar, apapun yang beliau lakukan adalah demi kebaikanku. Mungkin jika kelak aku berada dalam posisi beliau. I'll do the same thing like they do.
Mom ... Dad Luv U
Back to the point, yang aku pelajari dari blog itu adalah Kita adalah role mode untuk anak kita kelak, semua perilaku kita kan dilihat dan dicopy oleh mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar