Hari telah berganti... menggenapkan Juni menjadi 30 hari.
Saatnya berhenti sejenak
Aku belajar bahwa seperti apapun kita menyesali hari kemarin, ia telah berlalu, dan tak akan pernah kembali. yang bisa kita lakukan adalah mengambil pelajaran darinya dan tentunya berusaha tidak mengulangi utnuk kedua kali. " Jangan pernah terjatuh pada lubang yang sama ".
Aku belajar bahwa keterbukaan itu penting dalam menjalin sebuah hubungan dengan siapapun, terlebih dengan seseorang yang kita harapkan menjadi teman menghabiskan sisa hidup.
Aku belajar bahwa ketika kita memutuskan untuk mencintai seseorang. Sama artinya bahwa kita harus menerima apa adanya. segala kelebihan dan kekurangannya. Saling melengkapi satu sama lain. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain dicintai apa adanya.
Aku belajar bahwa saat kita memutuskan untuk berkata iya untuk bersama. Sama artinya untuk tetap setia dan bertahan untuk melewati apapun yang terjadi bersama. Suka maupun duka. Tetap saling berpegangan dan menguatkan.
As when i say "Yes" when you said " Would You be my girld in good and bad times ? "
Bukan hal yang mudah, butuh banyak waktu dan usaha. Namun saat kita berhasil melewatinya, ikatan itu semakin kuat.
Aku juga belajar bahwa waktu yang akan membantu kita menyembuhkan luka, hanya membantu...kitalah yang harus menyembuhkannya.
Aku belajar bahwa untuk menjadi sebuah Guci yang cantik, tanah liat harus melalui berbagai proses. Dipukul-pukul, diputar untuk dibentuk dan dibakar.Sama halnya dengan kita. Untuk menjadi seseorang yang kuat. kita harus ditempa dengan berbagai masalah dan cobaan dalam hidup.
Aku belajar bahwa RencanaNya jauh lebih indah dari apa yang kita kira. Semua ada waktunya. Kita yang terkadang terburu-buru untuk segera mendapatkannya. Selalu percayakan hidup kita padaNya.
Saatnya berhenti sejenak
Aku belajar bahwa seperti apapun kita menyesali hari kemarin, ia telah berlalu, dan tak akan pernah kembali. yang bisa kita lakukan adalah mengambil pelajaran darinya dan tentunya berusaha tidak mengulangi utnuk kedua kali. " Jangan pernah terjatuh pada lubang yang sama ".
Aku belajar bahwa keterbukaan itu penting dalam menjalin sebuah hubungan dengan siapapun, terlebih dengan seseorang yang kita harapkan menjadi teman menghabiskan sisa hidup.
Aku belajar bahwa ketika kita memutuskan untuk mencintai seseorang. Sama artinya bahwa kita harus menerima apa adanya. segala kelebihan dan kekurangannya. Saling melengkapi satu sama lain. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain dicintai apa adanya.
Aku belajar bahwa saat kita memutuskan untuk berkata iya untuk bersama. Sama artinya untuk tetap setia dan bertahan untuk melewati apapun yang terjadi bersama. Suka maupun duka. Tetap saling berpegangan dan menguatkan.
As when i say "Yes" when you said " Would You be my girld in good and bad times ? "
Bukan hal yang mudah, butuh banyak waktu dan usaha. Namun saat kita berhasil melewatinya, ikatan itu semakin kuat.
Aku juga belajar bahwa waktu yang akan membantu kita menyembuhkan luka, hanya membantu...kitalah yang harus menyembuhkannya.
Aku belajar bahwa untuk menjadi sebuah Guci yang cantik, tanah liat harus melalui berbagai proses. Dipukul-pukul, diputar untuk dibentuk dan dibakar.Sama halnya dengan kita. Untuk menjadi seseorang yang kuat. kita harus ditempa dengan berbagai masalah dan cobaan dalam hidup.
Aku belajar bahwa RencanaNya jauh lebih indah dari apa yang kita kira. Semua ada waktunya. Kita yang terkadang terburu-buru untuk segera mendapatkannya. Selalu percayakan hidup kita padaNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar