Kemarin habis dari puskesmas. Sudah 3 hari belakangan bintik-bintik merah muncul di seluruh tubuh. Mungkin alergi, tapi aku juga nggak ngerti alergi apa. Dingin atau karena makanan? apa penyebabnya karena siang-siang aku mandi pakai air dingin? apa karena makan tongkol? Aku juga bingung,soalnya dulu-dulu makan apapun juga gak apa-apa Kalau diingat-ingat mungkin mulai hari minggu itu bintik-bintiknya muncul, tapi baru sadar sepenuhnya hari senin. Pantesan, perasaan jerawatku kok nambah lagi mukaku juga panas waktu aku sentuh. Nggak terlalu ambil pusing, cuma aku minumin obat alergi.
Akhirnya kemarin izin bentar ke puskesmas dekat kerjaan, sekalian berangkat kerja ceritanya. Sampai disana ditanya identitasnya terus apa keluhannya. Aku tunjukin tangan aku, terus ditanya juga riwayat pengobatan, aku bilang jarang berobat kalau sakit cuman minta obat, takut sama jarum suntik. hehehe...
Aku juga bilang kadang pusing kalau habis duduk lama. Akhirnya ditensi darahku. Setengah gak percaya bilang " Kok tinggi ya tensinya ... ", sambil ditensi sekali lagi . " 140 kata beliau kemudian ". Masih setengah mikir aku disuruh tiduran 4-5 menit untuk dicek lagi nanti. Di ruang itu aku heran gimana bisa sampai 140 bukankah normalnya 110-120, sempat kepikiran macam-macam. Tak lama dokter masuk, coba tensi lagi ternyata malah 145. Heran. Dokternya coba mengklarifikasi kembali . " Seharusnya untuk umur 30 tahun kebawah tekanan normalnya itu tidak lebih dari 120, tapi ini masih 20 tahun kok sampai 140, tangannya sering berkeringat tidak ? " tanya beliau kemudian. " Cuma kadang-kadang Dok "
Dan akhirnya dokter nyaranin buat cek di Rumah Sakit bagian poli penyakit dalam lain waktu. Bukan bermaksud menakut-nakuti ( tanpa ditakutipun aku udah takut ) dengan tensi dan analisis tadi ada Resiko penyakit jantung, sekali lagi baru Resiko. Beliau juga bilang sedikit tentang penyebab tekanan darah tinggi dan gaya hidup. Setelah memberi obatnya beliau bilang untuk datang kembali kalau obatnya sudah habis sekalian dicek ulang, bisa juga konsultasi. Aku cuma mengangguk-angguk sambil bilang terima kasih.
Tahu apa yang terlintas dipikiranku saat pulang kemarin, apa benar itu tadi artinya Hipertensi, dalam usia yang tergolong masih muda, 20 tahun. Kalau menurut analisisku mungkin penyebabnya ada banyak hal salah satunya keturunan . Ayahku memang seorang penderita Hipertensi, aku maklum bisa juga itu penyebabnya. Lalu pola makan yang tidak sehat. Aku akui semenjak bekerja aku memang tak terlalu peduli dengan apa yang aku makan. kandungan lemak dan kolestrolpun gak aku peduliin. Apalagi sama yang namanya jeroan, itu favorit aku. Selain itu waktu makan yang enggak teratur, makan malam sebelum itu itu juga sudah biasa meskipun paginya selalu punya masalah sama perut. Terus aku juga jarang olahraga, gak pernah olahraga lebih tepatnya. 1 tahun pertama itu aku naik sepeda waktu kerja cuma sudah hampir 8 bulanan sudah gak pernah lagi.
Selain keturunan, pola makan dan kurang olahraga mungkin penyebabnya bisa juga karena manajemen emosi yang kurang baik. Aku adalah orang yang mudah tersinggung dan cemas. Dan setelah kejadian kemarin akhirnya menyadarkanku untuk menjalani pola hidup sehat. Sekarang harus mulai hati-hati memilih makanan yang boleh atau gak. Kurangi Garam , kurangi minum kopi dan teh, DIET jeroan dkk, perbanyak sayur dan buah-buahan. Mulai rutin untuk olahraga kembali meskipun cuma jalan santai dan lari pagi. Dan yang paling penting kelola emosi, jangan cepat marah jangan cepat sebel, berusaha banyak tersenyum , tentunya juga positif thinking.
Dan satu hal lagi. Lebih mendekatkan diri kepada Sang Pemberi Kesehatan. Selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian. Tuhan selalu punya cara sendiri untuk menyapa hambaNya dan terkadang dengan cara yang tidak terduga.
Robbi beri kesembuhan kepada kami.
Beri kesehatan dan keselamatan kepada kami.
Beri kami kekuatan untuk terus berusaha hidup lebih baik.
Aamiin.
Ada 2 nikmat yang sering dilupakan yaitu nikmat sehat dan kesempatan. Selagi diberikan nikmat keduanya pergunakan baik-baik. Kesehatan itu mahal harganya. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Saat aku menulis postingan ini, aku baru saja minum obat. Semoga nanti saat di cek lagi tensinya sudah turun. aamiin.Semangat ya mey untuk hidup lebih sehat dan be positif thinking . :-)
Akhirnya kemarin izin bentar ke puskesmas dekat kerjaan, sekalian berangkat kerja ceritanya. Sampai disana ditanya identitasnya terus apa keluhannya. Aku tunjukin tangan aku, terus ditanya juga riwayat pengobatan, aku bilang jarang berobat kalau sakit cuman minta obat, takut sama jarum suntik. hehehe...
Aku juga bilang kadang pusing kalau habis duduk lama. Akhirnya ditensi darahku. Setengah gak percaya bilang " Kok tinggi ya tensinya ... ", sambil ditensi sekali lagi . " 140 kata beliau kemudian ". Masih setengah mikir aku disuruh tiduran 4-5 menit untuk dicek lagi nanti. Di ruang itu aku heran gimana bisa sampai 140 bukankah normalnya 110-120, sempat kepikiran macam-macam. Tak lama dokter masuk, coba tensi lagi ternyata malah 145. Heran. Dokternya coba mengklarifikasi kembali . " Seharusnya untuk umur 30 tahun kebawah tekanan normalnya itu tidak lebih dari 120, tapi ini masih 20 tahun kok sampai 140, tangannya sering berkeringat tidak ? " tanya beliau kemudian. " Cuma kadang-kadang Dok "
Dan akhirnya dokter nyaranin buat cek di Rumah Sakit bagian poli penyakit dalam lain waktu. Bukan bermaksud menakut-nakuti ( tanpa ditakutipun aku udah takut ) dengan tensi dan analisis tadi ada Resiko penyakit jantung, sekali lagi baru Resiko. Beliau juga bilang sedikit tentang penyebab tekanan darah tinggi dan gaya hidup. Setelah memberi obatnya beliau bilang untuk datang kembali kalau obatnya sudah habis sekalian dicek ulang, bisa juga konsultasi. Aku cuma mengangguk-angguk sambil bilang terima kasih.
Tahu apa yang terlintas dipikiranku saat pulang kemarin, apa benar itu tadi artinya Hipertensi, dalam usia yang tergolong masih muda, 20 tahun. Kalau menurut analisisku mungkin penyebabnya ada banyak hal salah satunya keturunan . Ayahku memang seorang penderita Hipertensi, aku maklum bisa juga itu penyebabnya. Lalu pola makan yang tidak sehat. Aku akui semenjak bekerja aku memang tak terlalu peduli dengan apa yang aku makan. kandungan lemak dan kolestrolpun gak aku peduliin. Apalagi sama yang namanya jeroan, itu favorit aku. Selain itu waktu makan yang enggak teratur, makan malam sebelum itu itu juga sudah biasa meskipun paginya selalu punya masalah sama perut. Terus aku juga jarang olahraga, gak pernah olahraga lebih tepatnya. 1 tahun pertama itu aku naik sepeda waktu kerja cuma sudah hampir 8 bulanan sudah gak pernah lagi.
Selain keturunan, pola makan dan kurang olahraga mungkin penyebabnya bisa juga karena manajemen emosi yang kurang baik. Aku adalah orang yang mudah tersinggung dan cemas. Dan setelah kejadian kemarin akhirnya menyadarkanku untuk menjalani pola hidup sehat. Sekarang harus mulai hati-hati memilih makanan yang boleh atau gak. Kurangi Garam , kurangi minum kopi dan teh, DIET jeroan dkk, perbanyak sayur dan buah-buahan. Mulai rutin untuk olahraga kembali meskipun cuma jalan santai dan lari pagi. Dan yang paling penting kelola emosi, jangan cepat marah jangan cepat sebel, berusaha banyak tersenyum , tentunya juga positif thinking.
Dan satu hal lagi. Lebih mendekatkan diri kepada Sang Pemberi Kesehatan. Selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian. Tuhan selalu punya cara sendiri untuk menyapa hambaNya dan terkadang dengan cara yang tidak terduga.
Robbi beri kesembuhan kepada kami.
Beri kesehatan dan keselamatan kepada kami.
Beri kami kekuatan untuk terus berusaha hidup lebih baik.
Aamiin.
Ada 2 nikmat yang sering dilupakan yaitu nikmat sehat dan kesempatan. Selagi diberikan nikmat keduanya pergunakan baik-baik. Kesehatan itu mahal harganya. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Saat aku menulis postingan ini, aku baru saja minum obat. Semoga nanti saat di cek lagi tensinya sudah turun. aamiin.Semangat ya mey untuk hidup lebih sehat dan be positif thinking . :-)
duhh moga cepat sembuh yah :)
BalasHapusiyah kita kadang sering terlena denga makanan shingga gx jaga2 kesehatan
aamiin..iya, makasih banyak :)
BalasHapusbenar, kalau sudah kejadian gini biasanya baru sadar. tapi tetap semangat untuk jaga kesehatan